JAWABANkita harus tetap menghargai nya dan tepa mendengarkanPENJELASkarena kita harus menghormatu orangtua waluwpun mengunakan bahasa daerah yang tidak bisa kita ketahui
Orangtuamu selalu menggunakan bahasa daerah untuk berkomunikasi.Padahal kamu tidak mengerti dengan bahasa daerah tersebut! Bagaimana sebaiknya sikapmu? - 29141 Fazacute1090 Fazacute1090
Bahasa menjadi salah satu alat untuk berkomunikasi. Indonesia adalah negara kesatuan yang memiliki kekayaan budaya. Dengan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”, meskipun berbeda – beda budaya, suku, dan agamanya, tetapi tetap satu juga, yaitu satu tanah air, satu bangsa, dan satubahasa. Seperti yang tertuang dalam sumpah pemuda yang berbunyi “Kami Putra dan Putri Indonesia Menjunjung Tinggi Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia”, yang telah diikrarkan jauh sebelum Indonesia merdeka, pada tanggal 28 Oktober 1928. Isi dari sumpah pemuda tersebut sampai sekarang masih terus dijaga demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia NKRI tercinta. Bahasa menjadi salah satu alat untuk berkomunikasi. Komunikasi digunakan untuk menyampaikan maksud tertentu dari seseorang kepada orang lain. Tanpa bahasa kita akan sulit untuk berkomunikasi dan menyampaikan maksud ataupun tujuan kita kepada orang lain serta berinteraksi dalam kehidupan memiliki peran penting dalam membentuk karakter. Bahasa Indonesia berperan sebagai cerminan karakter bangsa Indonesia sehingga harus digunakan sesuai dengan konteks dan kedudukannya secara baik dan benar. Bahasa juga diperlukan dalam kehidupan sosial, agar interaksi sosial dapat berjalan dengan baik melalui komunikasi dan hubungan timbal balik satu sama Indonesia merupakan bahasa nasional yang digunakan sebagai pemersatu masyarakat Indonesia, tetapi bahasa indonesia sering kurang diperhatikan baik dalam pengucapan maupun penulisan oleh masyarakat. Masih banyak masyarakat yang tidak menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah yang baik dan benar. Ketika kita berkomunikasi di kehidupan sehari-hari, tidak jarang kita menjumpai orang yang menggunakan bahasa Indonesia yang tidak baku. Bahkan, cenderung mencampur dengan bahasa daerahnya kehidupan sehari-hari, bahasa Indonesia masih kurang diperhatikan oleh masyarakat. Misalnya saat sedang berkomunikasi formal, masyarakat masih sering mencampur bahasa Indonesia dengan bahasa daerahnya. Maka, bahasa yang digunakan oleh masyarakat ini tergantung dimana lingkungan dan budaya yang ditempatinya yang menjadikebiasaannya sehari-hari. Hal ini sulit dikembalikan ke bentuk yang sebenarnya, karena sudah mendarah daging bagi diri seseorang. Tetapi, jika ada keinginan pasti akan bisa untuk mempelajari bahasa Indonesia yang baku dan sering latihan untuk berbicara yang formal saat berbicara dengan orang bahasa daerah untuk berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari merupakan salah satu bentuk pelestarian budaya. Namun, saat berkomunikasi dengan orang yang berbeda suku daerah dengan kita, maka kita harus menggunakan bahasa Indonesia yang baku sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia PUEBI dan tidak mencampurnya dengan bahasa daerah, agar tidak terjadi kesalahpahaman. Karena sudah terbiasa menggunakan bahasa daerah, seringkali pelajar kurang mengerti tentang penggunaan bahasa Indonesia yang benar. Sehingga tak sedikit pelajar pada saat pelajaran bahasa Indonesia mendapatkan nilai yang kurang itu, masyarakat sering mencontoh penggunaan bahasa yang ditayangkan di media massa seperti tayangan sinetron. Hal itu, membuat masyarakat menganggap bahwa bahasa yang ditayangkan menggunakan bahasa yang benar. Kenyataannya, bahasa tersebut tidak menggunakan bahasa yang baik dan benar sesuai kaidah bahasa itu, solusi yang dapat kita lakukan dalam mengatasi permasalahan tersebut ialah dengan menerapkan empat aspek keterampilan berbahasa dengan baik. Diawali dengan menyimak bahasa di lingkungan sekitar kita, orang pertama yang dapat mengajarkan berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia adalah orang tua. Meskipun kebanyakan orang tua menggunakan bahasa daerah dalam komunikasi sehari-hari namun bahasa Indonesia tetap penting diajarkan untuk anak. Jadi, dalam hal ini orang tua juga berperan penting dalam mengajari anaknya berbahasa Indonesia tanpa melupakan bahasa Ibu bahasa daerah. Kemudian, sering berbicara dengan orang lain menggunakan bahasa Indonesia yang baku. Lalu, banyak membaca buku, majalah atau media elektronik lainnya untuk menambah kosakata dalam berbahasa. Hingga menulis karangan atau karya ilmiah lainnya yang membuat kita terbiasa dalam menulis menggunakan bahasa sesuai kaidah yang benar. Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional sangat berperan penting dalam kehidupan sehari-hari, bahasa bisa menjadi salah satu alat untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Bahasa juga dapat mencerminkan kepribadian dan karakter seseorang. Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa orang tua sangat berperan penting dalam mendidik anak agar dapat berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Selain itu, bahasa daerah merupakan bahasa etnis yang harus dijaga sebagai budaya yang menjadi pemersatu dalam etnis itu sendiri, namun penggunaannya harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi serta tidak mempergunakan bahasa daerah dan bahasa Indonesia secara bersamaan karena dapat mengurangi maupun menambah makna dari kata yang di ucapkan dan juga sangat berpengaruh terhadap etika berbahasa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kemudian kesimpulan yang terakhir yaitu dengan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, dapat meningkatkan wawasan pengetahuan pelajar tentang bagaimana cara penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar serta segala makna yang ada didalamnya. Dari penjelasan di atas, saran yang ingin penulis sampaikan yaitu diperlukan kesadaran dari pembaca agar mampu menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar serta beretika. Kemudian menghindari penggunaan bahasa daerah dan bahasa Indonesia secara bersamaan, karena dapat megurangi makna dari bahasa itu sendiri dan agar suku lain tidak tersinggung dengan adanya kata yang sama namun memiliki arti yang berbeda dengan suku yang satu. Selain itu, sebaiknya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar agar dapat direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari melalui metode-metode PUSTAKA Arifin, dkk. 2010. Cermat Berbahasa Indonesia. Jakarta AKAPRESS. Sudaryanto. 1988. Ke Arah Memahami Metode Linguistik & Metode dan Aneka Teknik Pengumpulan Data. Yogyakarta Gajah Mada University Press. Widjono. 2007. Bahasa Indonesia Mata Kuliah Pengembangan di PT. Jakarta Grasindo. Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya “Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.” Berikan Komentar Tim Dalam Artikel Ini Penulisselalumencoba untuk berkomunikasi dengan jelas mudah dimengerti dan menggunakan. Selalu mencoba untuk berkomunikasi dengan jelas mudah. School Muhammadiyah University of Sumatera Utara; Course Title MANAJEMEN 2020; Uploaded By SuperHumanDog525. Pages 15 This preview shows page 10 - 12 out of 15 pages.
Sumber Dewasa ini umumnya generasi milenial cenderung tidak menggunakan bahasa daerah dan banyak yang tidak paham lagi berbahasa daerah. Indonesia memiliki beragam suku bangsa dan bahasa lho. Dalam berinteraksi setiap individu tidak hanya berinteraksi dengan satu suku daerah saja melainkan bisa dengan berbagai suku bahkan sosial setiap individu pasti membutuhkan bahasa. Bahasa yang digunakan tentu bahasa yang bisa digunakan orang-orang diseluruh negara sehingga memudahkan mereka dalam berinteraksi. Dengan begitu, orang cenderung menggunakan bahasa internasional, sehingga berangsur-angsur melepaskan bahasa daerah yang menjadi ciri khas dirinya tinggal. Maka dari itu budayakan bahasa daerah pada generasi yang sudah kita lihat sekarang ini, penggunaan bahasa daerah sudah mulai hilang di kalangan generasi milenial. Bahasa daerah juga jarang sekali diajarkan orang tua kepada anak-anaknya. Mendidik anak menggunakan bahasa daerah tidak hanya di kalangan rumah saja lho, namun di lingkungan masyarakat juga perlu mengajarkan dan melestarikan bahasa daerah yang merupakan budaya dan nilai luhur desa atau kampung-kampung yang biasanya menjaga kelestarian bahasa daerah pun mulai terjajah dengan pembangunan yang mengarah pada “mengkotakan desa”. Lambat laun desa yang khas dengan budaya dan bahasa, berubah menjadi kota dengan pesatnya pembangunan dan perkembangan sekarang ini. Hal tersebut tentu sangat berpengaruh dalam bahasa yang menjadi peran penting dalam perubahan yang terus terjadi dengan segala pencitraan dan banyaknya pergaulan. Ada banyak kekhawatiran yang sudah diungkapkan para linguis, guru, tokoh masyarakat, bahkan masyarakat awam pun mengenai hal itu. Persoalan ini menjadi kegelisahan Bahasa Daerah Kurang Diminati?Sebagian besar anak Indonesia lahir dengan bahasa ibu yaitu bahasa daerah. Ada juga sebagian penutur berbahasa ibu Bahasa Indonesia, terutama yang tinggal di kota besar dan di dalam keluarganya berbahasa Indonesia. Bahasa ibu adalah bahasa pertama kali diperoleh dan dikuasai oleh seseorang sejak ia lahir melalui interaksi dengan masyarakat. Bahasa ibu dianggap signifikan, bukan hanya pada aras nasional, tetapi juga daerah bukan hanya penting bagi penutur bahasa dan kebudayaan daerah, tetapi juga berkontribusi untuk pemerkayaan kosakata Bahasa Indonesia. Tidak dapat dipungkiri bahwa pada level kedaerahan penggunaan bahasa daerah masing-masing oleh generasi muda masih relatif sering. Namun, pada tataran urban kecenderungan ketidakterpakaiannya semakin kentara. Migrasi generasi muda ke kota-kota besar karena alasan menuntut ilmu atau mencoba peruntungan tidak bisa tidak seakan-akan membuka peluang untuk semakin kurangnya mereka berbahasa daerah, terlebih jika tidak ada kawan atau sanak saudara sedaerah di tanah rantau yang berbahasa daerah sama. Terdapat berbagai pandangan mengapa bahasa daerah kurang diminati generasi mereka merasa gengsi menggunakan bahasa daerahnya. Mereka lebih cenderung memilih Bahasa Indonesia. Kadang-kadang tuturan Bahasa Indonesianya diselip-selipkan dengan sepatah dua kata asing, terutama Bahasa Inggris, mungkin agar kelihatan dan kedengaran keren. Selain itu, mereka malu berbahasa bahasa daerah dianggap kampungan, tidak modern, tidak intelek, tidak gaya, dan tidak mengikuti tren. Faktor lain, mereka tidak paham lagi berbahasa daerahnya karena bahasa itu memang sudah jarang, bahkan hampir tidak pernah, digunakan lagi dalam berbagai aktivitas nonformal atau keseharian di rumah atau daerah yang tersebut membawa dua sisi bagi kemajuan ilmu bahasa yaitu sisi negatif dan positif. Sisi negatifnya adalah kecenderuangan itu membawa dampak semakin sedikitnya penutur baik penutur asli maupun bukan penutur asli bahasa daerah tersebut. Jika dibiarkan terjadi dalam waktu lama dan terus menerus di khawatirkan hal itu dapat menyebabkan bahasa daerah itu semakin dekat dengan ambang Bahasa Indonesia diuntungkan. Mereka akan berbahasa Indonesia dalam aktivitas sehari-harinya. Jadi, jumlah penutur Bahasa Indonesia kian hari kian bertambah banyak. Tidak dapat di paksakan untuk semua generasi milenial menggunakan bahasa daerah, karena di luar rumah kebutuhan berkomunikasi tidak cukup dengan satu bahasa saja, melainkan multibahasa, begitu lah cara generasi milenial sekarang ini bergaul. Sehingga kebutuhan akan berkomunikasi di antara mereka berjalan dengan baik. Efektifnya bahasa daerah karena keluarga, sebagian besar keluarga masih dalam satu rumpun yang generasi milenial yang hidup dalam ruang lingkup yang luas, sejak kecil tentu memiliki pengaruh positif dan negatif bagi tumbuh kembangnya. Setiap generasi memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Namun, bukan untuk menghina kekurangan setiap generasi melainkan mengambil pelajaran positif di era sekarang maupun sebelumnya. Bahasa daerah merupakan perwujudan bangsa, Indonesia memiliki keramahtamahan dalam kehidupan sosial dan spiritual. Maka sebagai generasi penerus bangsa lestarikan lah bahasa daerah kita.
14 6 Bahasa Indonesia Kelas 5 Ayo, Berlatih 4 Susunlah kalimat tanggapan berdasarkan persoalan-persoalan berikut dalam buku tugasmu! 1. Guru bahasa Indonesia mengakhiri pelajaran dengan memberi tugas pada kamu untuk mencari sebuah berita yang berkaitan dengan bencana alam (banjir, tanah longsor, gempa bumi).